Rabu, 14 September 2016

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA Rangkaian Seri dan Paralel

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Dalam dunia elektronika tentunya tidak terlepas dari hal yang namanya kapasitor. Komponen ini sangat penting dalam dunia elektronika itu sendiri. Dalam pemasangannya terdapat berbagai macam type rangkaian dan satu sama lain bisa dikombinasikan. Contoh yang sering kita lihat adalah pada keyboard yaitu kapasitor dengan plat sejajar. Selain itu juga kapasitor banyak terdapat pada elektronik yang lain. Dalam percobaan yang akan dilakukan kali ini adalah kapasitor dengan rangkaian parallel dan bagaimana dielektrik yang melapisi plat pada kapasitor. Hal ini tentunya akan berkaitan dengan  nilai kapasitansi yang terdapat dalam rangkaian begitu juga dengan tegangan yang dihasilkan.

Kapasitor banyak penerapannya pada rangkaian listrik. Kapasitor digunakan untuk menyetel sirkuit radio dan untuk memuluskan jalan arus terrektifikasi yang berasal dari sumber tenaga listrik.Kapasitor dipakai untuk mencegah adanya bunga api pada waktu sebuah rangkaian yang mengandung induktansi tiba-tiba dibuka. Efisiensi tranmisi daya arus bolak-balik sering dapat dinaikan dengan menggunakan kapasitor besar.

Kapasitansi C sebuah kapasitor didefinisikan sebagai perbandingan besar muatan Q pada salah satu konduktornya terhadap besar beda potensial Vab antara kedua konduktor tersebut : C = Q / Vab Maka berdasarkan definisi ini, satuan kapasitansi ialah satu coulomb per volt atau ( 1 C V-1 ). Kapasitansi sebesar 1 coulomb per volt disebut 1 farad.

1.2    Tujuan
Mempelajari besar kapasitas, tegangan dan muatan pada rangkaian kapasitor yang disusun secara seri dan paralel.





BAB I I
DASAR TEORI

Kapasitor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik, dan secara sederhana terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat (bahan dielektrik) tiap konduktor di sebut keping. Kapasitor atau disebut juga kondensator adalah alat (komponen) listrik yang dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyimpan muatan listrik untuk sementara waktu.
Banyak rangkaian elektronik yang menggunakan kapasitor dengan berbagai ukuran kapasitas. Kadang kapasitas kapasitor yang tersedia di pasaran tidak sesuai dengan kapasitas yang diperlukan. Untuk mendapatkan kapasitas yang sesuai dengan yang diperlukan, dapat digunakan rangkaian atau gabungan beberapa kapasitor secara seri atau paralel atau gabungan seri dan paralel.
C1, C2, dan C3, yang dirangkaikan secara paralel. Jika ujung ketiga kapasitor dihubungkan dengan sumber tegangan sebesar V, setiap kapasitor memperoleh tegangan sebesar V juga. Jika kapasitas rangkaian kapasitor sebesar Cp maka qp = CpV Jumlah muatan ketiga kapasitor ialah qp = q1 + q2 + q3, sehingga :

CpV = C1V + C2V+C3V

Atau

Cp = C1+C2+C3

Untuk n kapasitor yang dirangkai paralel berlaku :
Cp = C1+C2+C3+...+Cn

Jika sebuah kapasitor diberi muatan, sesungguhnya yang terjadi ialah pemindahan muatan listrik dari satu bidang kapasitor ke bidang lain. Untuk itu, diperlukan usaha. Usaha yang diberikan untuk memindahkan muatan disimpan di dalam kapasitor sebagai energi. Muatan sebuah kapasitor dengan kapasitas C diberi muatan listrik q sehingga diperoleh potensial V. Dalam hal ini, besar muatan yang diberikan sebanding dengan potensial yang diperoleh.q = CV
Jadi, energi yang tersimpan dalam kapasitor yang bermuatan q dan potensial V adalahW = 1/2  q V Karena q = CV maka dapat dituliskan dalam bentuk lain, yaitu :
W =   c v2AtauW = 1/2   q2/C
Keterangan :
W = energi yang tersimpan dalam kapasitor (J)
q = muatan listrik (C)
V = potensial kapasitor (V)
C = kapasitas kapasitor (F)


BAB III
ANALISA DATA
Untuk rangkaian paralel
2.1    Alat dan Bahan
1.    Meter Dasar                                        (1)
2.    Kabel Penghubung Merah                  (2)
3.    Kabel Penghubung Hitam                  (2)
4.    Papan Rangkaian                                (1)
5.    Jembatan Penghubung                         (3)
6.    Saklar Satu Kutup                                          (1)
7.    Kapasitor 470 µF                                (1)
8.    Kapasitor 1000 µF                              (1)
9.    Catu Daya                                           (1)
2.2    Persiapan Percobaan
1. Buat rangkaian
Ø Saklar dalam posisi terbuka ( posisi 0 )
Ø Meter dasar berfungsi sebagai voltmeter dengan batas ukur 10 volt DC
Ø Sumber tegangan 3 volt DC atau catu daya dengan saklar pemilih tegangan keluaran pada posisi 3 volt DC ( catu daya dalam keadaan mati atau off )
2. Hubungkan catu daya ke rangkaian dengan menggunakan kabel penghubung.
3. Periksa kembali rangkaian.
2.3    Langkah-Langkah Percobaan :
1.    Membaca tegangan kapasitor C1 misalnya V1 dan mencatat hasilnya ke dalam tebel pengamatan.
2.    Memindahkan meter dasar ke titik 3 dan 4,setelah itu mengulangi langkah 1 dan membaca tegangan C2 misalnya V2,mencatat hasilnya ke dalam tabel hasil pengamatan.
3.    Memindahkan meter dasar ke titik A dan B,setelah itu mengulangi langkah 1 dan membaca tengangan rangkaian kapasitor misalnya Vtot dan mencatat hasilnya ke dalam tabel hasil pengamatan.
4.    Mengulangi langkah 1 sampai 3 dengan tengangan 6 volt DC,kemudian mencatat hasilnya ke dalam tabel hasil pengamatan.


2.4    Hasil Pengamatan
C1= 470 µF = 470 x 10-6
C2=10 µF=  10-5
1.      Tabel pengamatan
Tegangan Sumber
V1
volt
V2
volt
Vtot
volt
Q1=C1V1
Q2=C2V2
Qtot=Q1+Q2
Ctot=Q1
C1+C2
1
2
3
4
5
6
7
8
3 V
2,6
2,6
2,6
1222
26
1248
480
480
6 V
4,9
4,9
4,9
2303
49
2352
480
480

2.      Berdasarkan data pengamatan bagaimana pendapatmu tentang isian kolom 7 dan 8
3.      Tulis persamaan hubungan kapasitas gabungan dengan kapasitas masing-masing kapasitor,tengangan gabungan dengan tegangan masing-masing kapasitor,muatan gabungan dengan muatan masing-masing kapasitor
4.      Buat kesimpulan
5.      Buat laporan percobaan

Jawaban :
Æ Pada Tegangan Sumber 3 V (pada kolom ke 4) :
a.    Q1  = C1V1                                                                                  
 = 470.10-6 X 2,6
 =1222 X 10-6
 =1,222 X 10-3 C
Tegangan Sumber 6 volt :
 b. Q1  = C1V1
= 470.10-6 x 4,9
= 2,303X 10-3 C
Æ Pada Tegangan Sumber 3 V (pada kolom ke 5) :
a.    Q2=  = C2V2
= 10-5 X 2,6
= 2,6 X 10-5 C
Tegangan Sumber 6 volt :
b.   Q2  = C2V2
= C2 . V2
= 10-5 x 4,9
= 4,9 x 10-5 C
Æ Pada Tegangan Sumber 3 V (kolom ke 6) :
a.    Qtot = Q1+Q2
= (1,222 + 0.026) 10-3
= 1.248x 10-3 C
Tegangan Sumber 6 volt :
b.   Qtot = Q1+Q2
= (2,303+0.049) 10-3
= 2,352 x 10-3 C
Æ  Mencari nilai kapasitas (C) : 3 volt
a. Ctot = 1,248x 10-3 : 2,6      
         = 0,48 X 10-3 F
6 volt : Ctot =2,352 x 10-3 : 4,9           
= 0,48 x10-3 F
3 volt : C1+C2 = 470x10-6 +10-5
=0.00048 F
6 volt : C1+C2 = = 470x10-6 +10-5
=0.00048 F

2.5    Pembahasan

Dari percobaan yang sudah dilakukan, untuk pengukuran dengan sumber tegangan 3 volt diperoleh nilai tegangan yang terbaca pada voltmeter yaitu 2,6 volt pada kapasitor 470 sedangkan pada kapasitor 10, nilai tegangan yang dihasilkan sama yaitu2,6. Kemudian pengukuran nilai tegangan dengan sumber tegangan 6 volt, nilai tegangan yang dihasilkan pada kapasitor 470 dan 10 pun sama yaitu 4,9 volt. Dan untuk nilai tegangan total pada sumber tengangan 3 volt dihasilkan 2,6sedangkan pada sumber tengangan 6 volt dihasilkan 4,9.
Untuk mengetahui nilai muatan yang terdapat dalam rangkaian adalah dengan mengalikan tegangan dan kapasitor.  Hingga didapat dua nilai berbeda dari tiap tegangan sumber. Pada tegangan sumber 3 volt, diperoleh nilai muatan 1,222 X 10-3 C untuk kapasitor 470 µF dan2,6 X 10-5 C untuk kapasitor 1000 µF. Pada tegangan sumber 6 volt, diperoleh nilai muatan 2,303X 10-3 C untuk kapasitor 470 µF dan 4,9 x 10-5 C untuk kapasitor 1000 µF. Kemudian nilai muatan total didapat dari hasil akumulasi dua nilai sebelumnya sebesar 1.248x 10-3 C untuk tegangan sumber 3 volt dan 2,352 x 10-3C untuk tegangan sumber 6 volt.
Nilai kapasitas total diperoleh dari muatan total dan tegangan total. Dimana muatan total dibagi oleh tegangan total yang kemudian mendapatkan hasil dengan nilai0,48 X 10-3  F .

Nilai ini adalah sama dengan nilai dari akumulasi dua kapasitor yang digunukan, sehingga dapat dirumuskan:
Ctot = C1 + C2
Sehingga dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa nilai kapasits, tegangan, dan muatan pada rangkaian kapasitor yang disusun paralel memiliki sifat-sifatnya. Pada kapasitor itu sendiri diketahui bahwa berfungsi untuk menyimpan muatan listrik. Sehingga apabila kabel yang terhubung ke kapasitor dilepas secara tiba-tiba maka muatan listrik akan tersimpan ke kapasitor. Dan perlu diperhatikan juga dalam menghidupan dan mematikan saklar. Dalam percobaan yang sudah dilakukan, saklar berfungsi menghubungkan dan mematikan arus yang mengalir dari sumber tegangan.
Namun dari percobaan yang telah dilakukan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil dari percobaan tersebut. Faktor tersebut bisa dari alat yang digunakan dan juga faktor pengamatan terhadap basic meter yang tentunya mempengaruhi hasil percobaan.
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Dari hasil percobaan yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Nilai kapasitas (C) pada rangkaian kapasitor yang disusun paralel merupakan jumlah dari kapasitas kapasitor yang ada:
Ctot = C1 + C2
2. Nilai tegangan (V) pada rangkaian kapasitor yang disusun paralel sama dengan hubungan:
            Vtot = V1 = V2
3. Nilai Muatan (Q) pada rangkaian kapasitor yang disusun paralel merupakan jumlah dari muatan yang ada pada kapasitor:
                        Qtot = Q1 + Q2

4.2  Saran
1.       Sebaiknya anggota kelompok saling berkoordinasi
2.       Hendaknya praktikan untuk lebih disiplin dan tepat waktu
3.       Hendaknya pratikan memahami konsep percobaan yang akan dilakukan
4.       Hendaknya praktikan lebih menguasai langkah-langkah percobaan dan materi yang diberi















DAFTAR PUSTAKA


membuat foto dengan coreldraw

TUTORIAL MEMBUAT FOTO MENJADI VEKTOR DALAM COREL DRAW X4

Persiapan:
- Laptop / PC sudah ter install CorelDraw
- Siapkan Foto yg akan di jadikan Vektor

Pengerjaan:
Buka Software CorelDraw Versi X4
Pilih New Blank Documant
lembar kerja baru coreldrawBuka Foto yg akan di jadikan Vektor File-Place(import…)-Pilih Foto-Import meisa kurokiSaya menggunakan Foto Artis jepang yg bermain dalm film Crows Zero
Ubah mode gambar untuk memperjelas garis warna pada foto supaya mempermudah proses pengeditan. Dg cara pilih foto-effect-Transform-Posterize
Lalu akan Tampil menu Posterize atur supaya foto menjadi seperti gambar di bawah ini jika saya mengaturnya 10 point lalu Oke
selanjutnya adalah menjiplak/mebuat obyek yang warnanya sama dengan menggunakan tools Bezier

Untuk penggunaan tool Bezier dari titik awal harus nyambung ke titik awal lagi agar bisa di warnain
untuk mengatur lengkungan garis:
Pilih shape tool no 1
Pilih Titik sudut no 2
Pilih toolbar pd no 3 untuk menampilkan panah yg mengatur kelengkungan garis
Catatan :
 Dalam pembuatan objek baru utamakan objek yang ukurannya lebih besar lebih dulu karena obyek lama akan ditumpuk oleh objek baru contoh yang harus didahulukan pada gambar tanda panah diatas yang tidak memiliki nomor harus didahulukan untuk mempermudah dalam pewarnaan.
Setelah pembuatan objek yg sewarna selesai tinggal masuk tahap pewarnaan disini saya sudah mewarnai matanya terlebih dahulu

Untuk menghilangkan garis hitam pilih obyek yg akan di hilangkan garisnya lalu klik kanan pada kotak warna yg bertanda
untuk meng hilangkan warna pd objek klik kiri pd tanda yg sama
Untuk pewarnaan gunakan tools eyedropper paintbucket

Pada foto yang sewarna lalu gunakan tool Paintbucket untuk mewarnai obyek yg dibuat dari menjiplak foto yang sewarna…

vektor mata
Dalam pembuatan mata akan memerlukan teknik shaping
Untuk mengambil obyek yg di tengah dg cara seleksi kedua obyek (dg blok/tahan shift lalu klik obyek1 lalu klik obyek2)
Lalu pilih menu object-shaping-intersect-lalu hapus lingkaran yg bulat-selesai
Dan hasil akhirnya sebagai berikut:
vektor meisa kuroki

dibuat dengan coreldraw

makalah membuat tapai

 BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG
           Bioteknologi adalah  pemanfaatan  mikroorganisme untuk menghasilkan suatu produk yang dapat digunakan oleh manusia. Bioteknologi dibagi menjadi dua, yaitu, bioteknologi konvensional (tradisional) dan bioteknologi modern. Bioteknologi konvensional biasanya menggunakan mikroorganisme berupa bakteri, jamur, dll. Sedangkan bioteknologi modern biasanya menggunakan teknologi-teknologi yang dapat membantu kita dalam proses pengkloningan,kultur jaringan. Pengolahan pangan dengan cara fermentasi merupakan jenis pengolahan pangan yang cukup tua. Secara tradisional banyak dilakukan di tingkat rumah tangga. Indonesia sangat kaya akan produk-produk pangan hasil proses fermentasi. Salah satu contohnya tape.

            Tape ketan adalah  salah  satu makanan  khas  jawa. Tape cukup dikenal dan banyak disukai terutama masyarakat pedesaan. Tape juga dapat diolah sebagai campuran  makanan seperti kue dan es terutama jajanan  tradisional atau  jajanan  pasar. Tape ketan  adalah makanan  ringan  yang  berbahan  dasar  ketan ,baik  ketan  putih  maupun  hitam,yang di kukus dan diberi ragi dengan  takaran  tertentu.
Untuk meneliti fungsi ragi terhadap tape ketan,yang dalam ini menggunakan ragi padat yang di dalamnya terdapat jamur saccharomyces cerevisiae. Maka dari itu kami mengadakan penelitian tentang pengaruh ragi terhadap pembuatan tape ketan.
B.   RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah yang di angkat sebagai dasar penulisan dan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Mengapa dalam proses pembuatan tape memerlukan  ragi ?
2.      Bagaimana proses fermentasi dalam pembuatan tape ketan  putih?
C.   HIPOTESIS
      Hipotesis nol: Tidak ada pengaruh pemberian ragi terhadap ketan dalam  proses pembuatan  tape ketan  hitam.
      Hipotesis alternative: Apakah ada pengaruh pemberian banyak sedikitnya ragi dalam proses  pembuatan  tape ketan  putih.
D.   TUJUAN
1.      Untuk mengetahui cara pembuatan tape ketan  putih
2.      Untuk mengetahui proses fermentasi dalam pembuatan tape ketan putih
3.      Untuk mengetahui jamur yang berada di dalam  tape  ketan putih


E.   MANFAAT PENELITIAN
               Manfaat dari penelitian ini adalah di harapkan bagi generasi muda dan masyarakat pada umumnya untuk dapat mempraktikkan cara pembuatan tape ketan putih secara mudah dan sederhana di rumah dan di tempat lainnya. Mengetahui proses fermentasi yang terjadi selama proses pembuatan tape ketan  putih
                                 
BAB II
DASAR TEORI
A.   RAGI TAPE
                    Ragi/fermen merupakan zat yang biasa dimanfaatkan untuk fermentasi. Ragi biasanya mengandung mikroorganisme seperti saccharomyces cereviciae. Ada dua jenis ragi yang ada di pasaran yaitu padat dan kering. Jenis ragi kering ini berbentuk butiran-butiran kecil dan ada juga yang berupa bubuk halus.Jenis ragi yang butirannya halus dan berwarna kecoklatan ini umumnya di gunakan dalam  pembuatan kue. Sedangkan ragi padat biasanya bentuknya bulat pipih dan biasanya sering di gunakan dalam  pembuatan tape.
               Reproduksi dari ragi yaitu dengan cara seksual dan aseksual.Secara seksual reproduksi ragi di lakukan dengan membentuk ascapora. Akspora adalah spora seksual yang terbentuk di dalam askus. Askus terdapat di dalam badan buah yang di sebut askokarp.Secara aseksual ragi berproduksi dengan cara membentuk tunas (bundding) tunas yang telah masak akan terlepas dari sel induknya dan tumbuh menjadi indifidu baru.
             Agar ragi tahan lama sebaiknya tagi di simpan dengan baik yaitu dalam keadaan tidak terpakai , ragi membutuhkan suasana hangat dan kering agar sel-sel nabatinya tetap hidup untuk mengaktifkan kerjanya. Ragi dalam keadaan normal lebih cepat rusak dan akan kehilangan daya peragiannya jika disimpan dalam suhu 2 derajat celcius selama 4-5 minggu.Suhu ideal untuk menyimpan ragi agar awet dalam jangka waktu panjang adalah 7 derajat celcius.
            Mikroorganisme yang di gunakan dalam ragi umumnya terdiri atas berbagai bakteri dan fungi(khomir) yaiturhizopus,aspergillus,mucor,amylomyces,endaucopsis, saccharomyces
Hancenula,anomala,lactobacillus,acetobacur .supaya tidak terlalu keras. Pemberian ragi di lakukan pada keadaan ketan dingin. Supaya kerja ragi berjalan optimal, sebab jika di berikan pada saat  ketan  masih  panas, akan  mempengaruhi  rasa tape tersebut.
B.   FERMENTASI
               Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobic atau tanpa oksigen. Cara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobic, akan tetapi terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobic dengan tanpa electron eksternal .Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol , asam laktat, dan hydrogen.Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga di hasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton.Ragi di kenal sebagai bahan yang umum di gunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya.Secara singkat, glukosa yang merupakan etanol.Reaksi fermentasi ini di lakukan oleh ragi dan di gunakan pada produksi makanan. Saccharomyces sp.(jamur ragi), tidak mempunyai hifa dan tubuh buah.Jamur ini dapat menfermentasi glukosa menjadi alcohol dan karbondioksida.
C.   TAPE
               Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang tidak asing lagi dan terkenal di mana-mana, murah, lezat, dan menyenangkan dan mengandung bakteri prebiotic. Penyebab timbulnya bakteri prebiotic adalah proses fermentasi pada tape yang menggunakan ragi. Selama fermentasi, tape mengalami perubahan biokimia akibat aktifitas mik roorganisme. Pada dasarnya semua bahan pangan yang kaya akan karbohidrat dapat di olah menjadi tape. Berdasarkan bahan bakunya, dikenal berbagai jenis tape yaitu tape ketan, tape tape singkong, tape beras, ubi jalar dan tape sukun, akan tetapi kebanyakan tape yang sering di kenal atau  popular adalah  tape singkong dan  tape ketan.
                Dalam proses pembuatan tape diperlukan kecermatan, kebersihan ragi dan bahan dasar pembuatan tape ketika digunakan amat penting. Hal itu di maksudkan agar tape yang kita buat tidak di cemari oleh bakteri lain.Apabila dalam proses pembuatan tape tercemari oleh bakteri lain, maka proses fermentasi akan terhambat. Selain itu di khawatirkan apabila bakteri yang sering mengeluarkan racun mencemari tape yang kita buat. Hal itu dapat membahayakan kesehatan kita.Oleh sebab itu, keseterilan bahan dan alat serta kecermatan dalam  proses pembuatan tape sangat penting.
              Agar di hasilkan tape yang manis, selain lama fermentasi, pemberian ragi secukupnya, serta penutupan yang sempurna selama proses fermentasi berlangsung harus di perhatikan. Lamanya proses fermentasi ini sebaiknya jangan lebih dari tiga hari. Jika lewat batas maksimum dan pemberian ragi terlalu banyak nanti tapenya lembek dan terasa masam. Rasa masam disebabkan pati yang di ubah oleh enzim amylase menjadi gula(sukrosa). Enzim invertase mengubahnya lagi menjadi glukosa. Hasilnya berupa alcohol. Jika proses fermentasi terlalu lama alcohol akan menghasilkan asam asetat, sehingga dapat menghasilkan tape yang rasanya masam. PH atau kadar asam asetat yang tinggi dalam tape dapat mempengaruhi cita rasa tape, malah dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Proses fermentasi yang terlalu lama dapat menghasilkan air tape yang cukup banyak. Rasa manis pada tape akan berkurang. Dalam proses fermentasi, glukosa enzim glikolisin akan pecah dan menghasilkan karbondioksida, air,serta energi. Energi diperlukan oleh enzim amilasae, interfertase dalam hal proses fermentasi.
             Tape yang bermutu dihasilkan dari proses fermentasi dan penggunaan dengan bahan dasar secara benar. Manfaat tape sangat bagus untuk menghangatkan tubuh. Karena, mengandung alcohol. Namun, bila di makan berlebihan akan menyebabkan memabukkan. Menurut  Tarigan (1998), tape merupakan sejenis makanan dari hasil fermentasi bahan baku yang di beri ragi sebagai sumber mikrobanya. Tape sebagai hasil fermentasi menghasilkan alcohol dan gula.
D.  BERAS KETAN PUTIH
Beras ketan putih (oryza sativa glutinosa) merupakan salah satu varietas padi yang termasuk dalam famili Graminae. Butir beras sebagian besar terdiri dari zat pati (sekitar 80-85%) yang terdapat dalam endosperma yang tersusun oleh granula-granula pati yang berukuran 3-10 milimikron. Beras ketan juga mengandung vitamin (terutama pada bagian aleuron),  mineral dan air. Komposisi kimiawi Beras Ketan Putih terdiri dari Karbohidrat 79,4 % ; Protein 6,7 % ; Lemak 0,7 % ; Ca 0,012 % ; Fe 0,008 % ; P 0,148 % ; Vit B 0,0002 % dan Air 12 %. 
Dari komposisi kimiawinya diketahui bahwa karbohidrat penyusun utama beras ketan adalah pati. Pati merupakan karbohidrat polimer glukosa yang mempunyai 2 struktur yakni amilosa dan amilopektin. Molekul amilosa merupakan rantai lurus yang masing-masing unit glukosanya dihubungkan oleh ikatan 1,4 alpha glukosidik. Molekul yang panjang dengan rantai lurus ini membentuk Struktur Heliks (Meyer , 1973).
E.  AIR
Pengertian air adalah senyawa kimia yang merupakan hasil ikatan dari unsur hidrogen (H2) yang bersenyawa dengan unsur oksigen (O) dalam hal ini membentuk senyawa H2O. Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Penggunaan air yang utama dan sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air minum. Hal ini terutama untuk mencukupi kebutuhan air di dalam tubuh manusia itu sendiri
F. DAUN PISANG
Daun pisang adalah daun dari pohon pisang yang digunakan sebagai bahan dekoratif pada berbagai kegiatan keagamaan atau sebagai bahan pelengkap dalam kuliner, seperti yang dilakukan beberapa negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Daun pisang mengandung polifenol dalam jumlah besar yang sama seperti pada daun teh, berbentuk EGCG, sehingga menghasilkan aroma khas ketika menjadi bahan pelengkap makanan.
G.KOMPORGAS
Kompor gas digunakan dengan bahan bakar gas alam atau liquid petroleum gas alias lpg. BBG banyak disukai karena emisi buangan yang bersih dan hasil pembakaran yang baik.
H.LANGSENG
Langseng adalah alat untuk memasak yang memiliki dua bagian terpisah yang kemudian digabung saat memasak, di mana yang bawah berisi air, yang atas berisi makanan yang mau dimasak.
BAB III
METODE PENELITIAN
A.TEMPAT PENELITIAN
Dalam penelitian ini lokasi atau tempat yang kami gunakan adalah dapur salah satu anggota kelompok penelitian  yaitu
Hari/tanggal                : Kamis dan  sabtu , 8 dan 10  januari  2015 .
Tempat                        :Jln Waringinkurung Kp .Margagiri Rt/Rw  001/003 Desa Margatani Kecamatan  Kramatwatu  (rumah Samro Farnita) .
B.   ALAT DAN BAHAN
1. Alat  yang digunakan adalah:
a. Dandang
b. Kompor
c. Panci
d.Sendok dan  centong
e.Tampah
f.Daun pisang
g. Saringan teh
2.    Bahan-bahan yang digunakan:
a.     Beras  ketan  putih 1 kg
b.     Ragi 2 biji
c.      Air secukupnya                                                                                                         
3.      Langkah-langkah pembuatan:
1. Cuci beras ketan sampai bersih
2. Masukan air ke dalam dandang secukupnya
3.Masukkan ketan yang sudah dicuci bersih ,lalu nyalakan kompornya dengan api yang sedang
4.Tunggu sampai 30 menit
5.Setelah 30 menit,angkatlah ketan dan  letakkan di  wadah plasti kemudian di aduk dan di beri air
6. Setelah itu di rebus lagi selama 30 menit
7.Setelah matang,kemudian angkatlah  ketan dan tuangkan  ke tampah yang sudah dilapisi daun pisang
8.Kemudian  ratakan
9.Tunggu sampai ketan dingin
10.Parutlah  ragi dan taburkan di atas ketan  putih hingga merata
11. Campurlah  ketan dan  ragi hingga merata
12. Siapkan tempat untuk meletakkan  ketan  putih yang sudah diberi ragi
13.Tutuplah  ketan yang sudah di beri ragi serapat mungkin
14.Simpan tape kira-kira dua hari dua  malam  (sampai matang)
15.Tape siap di hidangkan
BAB III
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang pembuatan tape ketan, terdapat jamur Saccharomyces cerevisiae yang dapat membusukkan ketan. Tape menjadi asam atau manis dan mengandung alcohol (etanol). Rasa masam di sebabkan pati yang diubah oleh enzim amylase menjadi gula (sukrosa).  Dalam proses fermentasi, glukosa enzim akan pecah dan menghasilkan karbondioksida (CO2), air, serta energi
Pada tape ketan itu terjadi proses fermentasi yang menyebabkan ketan menjadi bau alkohol dan terasa manis.Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana , melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi (Mikroorganisme saccharomyces), dan digunakan pada produksi makanan.
Persamaan Reaksi Kimia:
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol)
Dijabarkan sebagai
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)
Adapun reaksi yang terjadi dalam proses fermentasi tape yaitu :
2(C6H10O5)n + nH2O —-> n C12H22O11
Amilum/patiamilase matosa
C12H22O11 + H2O —-> 2C6H12O6
Maltosa maltase glukosa
C6H12O6 —-> 2C2H5OH + 2CO2
glukosa alcohol.
Dalam fermentasi tape ketan terlibat beberapa mikro organisme yang disebut dengan mikrobia perombak pati menjadi gula yang menjadikan tape pada awal fermentasi terasa manis.yang menyebabkan tape ketan berubah menjadi alkohol karena adanya bakteri actobakter aceti (mengubah alcohol menjadi asam asetat). Pembuatan tape ini berlangsung selama dua  hari.
BAB IV
PENUTUP

A.   KESIMPULAN
           Dalam percobaan yang kami lakukan  maka kami dapat menyimpulkan  bahwa pembuatan  tape harus memperhatikan  perbandingan antara penyampuran ragi dan  ketan. Serta proses penyampuran dan penyimpanan tape agar menghasilkan tape yang baik.
          Tape yang diberi ragi dengan takaran terlalu banyak atau kurang  menghasilkan  rasa yang kurang maksimal seperti asam atau tidak ada rasa sama sekali. Namun  jika takaran tape dan ragi sesuai, maka rasa yang di hasilkan akan manis.
                                                                                                
B.   SARAN                                 
            Kami mengharapkan agar pembuatan tape dalam praktikum selanjutnya akan lebih baik dari praktikum kami. Dan lebih memperhatikan takaran dan cara pembuatan tape. Serta mempersiapkan bahan-bahan secara rinci .sebelum  melakukan  proses pembuatan tape harus dipastikan bahwa keadaan alat dan tangan bersih dari kotoran agar hasil yang didapatkan tidak mengecewakan .






DAFTAR PUSTAKA
http//id.wikipedia.org/wiki/fermentasi
http//id.wikipedia.org/wiki/ragi